Ciri
khas dari pemahaman aqidah ahlussunah wal jama’ah adalah pemahaman terhadap
sifat 20 dengan metode pemahaman hukum aqal, maka memahami hukum aqal ini
menjadi penting karena dalam memahami sifat 20 tersebut tergantung atas
pemahaman daripada hukum aqal,[1]
dengan aqal pula kita bisa menemukan perkara yang pantas bagi Allah dan perkara
yang tidak pantas bagi Allah.
Apa itu aqal??? Aqal
adalah alatun lil idrok (alat untuk
menemukan) dan Sesungguhnya perkara yang ditemukan oleh aqal (yaitu aqalnya orang sedunia yang masih waras) itu tidak keluar
dari 3 perkara yaitu wujub, istihalah dan jawaz, wujub adalah ‘Adamu Qobulil Intifa-I yaitu tidak
menerima tiada, istihalah adalah ‘Adamu
Qobulits Tsubuti yaitu tidak menerima tetap, dan jawaz adalah Qobulul Intifa-i Wats-Tsubuti ‘Ala Sabiilit
Tanaawubi yaitu menerima tiada dan menerima tetap atas jalan bergantian.
