Monday, 14 December 2015

MUSAFIR


Seandainya kita berada dalam suatu perjalanan (musafir), dan ketika kita sampai pada suatu tempat perempatan jalan, terdengar suara orang-orang yang menyerukan agar jangan tinggal di tempat itu, karena ada bahaya dan tidak aman. Akan tetapi setiap kelompok berusaha untuk mengajak kita untuk menempuh salah satu jalan dari perempatan itu, sebagian kelompok mengatakan: sebaiknya memilih jalan yang menuju ke timur, dan sebagian

RENUNGKANLAH


Mengapa kita mencari dan berpikir untuk mengetahui pencipta alamsemesta????
RASA INGIN TAHU DAN MENGENALI ALAM INI ADALAH SESUATU YANG BERADA DI DALAM DIRI KITA SEMUA.
Kita hidup di bumi yang terbentang dengan pemandangannya yang indah,

RENUNGAN KISAH MAKANAN


Dikisahkan ada seseorang yang begitu nyenyaknya menikmati tidurindahnya di kamar kesukaannyasetelah menikmati kepuasan dalamtidurnya akhirnya dia terbangundiapun membuka pintu kamarnya untukke luar melihat indahnya pemandangan alam semesta.
Ketika dia membuka pintu kamarnyaternyata di depan pintu kamar sudahada beberapa menu makanan yang enak nan lezat,

Wednesday, 11 November 2015

SIFAT WUJUD


Wujud tegese wajib ono Allah, Muhal oranono Allah (wajib ada Allah, Mustahil Tiada Allah)
Wujud adalah bahasa Arab, yang bahasa Indonesianya adalah ADA.
Allah itu wujud (ada), apa buktinya bahwa Allah itu ada??? Buktinya bahwa Allah itu ada adalah adanya alam ini.

Darimana kita bisa tahu kalau adanya alam ini menjadi bukti adanya Allah???
Sebelum kita membuktikan bahwa adanya alam ini menjadi bukti adanya Allah, kita harus tahu dulu apa itu
SIFAT QIDAM


Sifat Wajib (Wajib Aqli) bagi Allah yang wajib (Wajib Syar'i) diketahui bagi mukallaf diantaranya adalah sifat Qidam :


Qidam secara bahasa adalah dahulu, tapi secara makna yaitu tanpa awalan.



Secara pemikiran, sifat qidam ditemu setelah kita menemukan bahwa adanya Allah itu wajib (harus ada).

ketahuilah bahwa sesuatu yang adanya itu wajib, maka adanya tidak pernah didahului tiada,.. karena

Sifat Wajib Qiyamuhu Ta'ala Binafsihi

QIYAMUHU TA’ALA BINAFSIHI


Tegese wajib jumeneng Allah kelawan dzate dewe, muhal karep Allah maring dzat liyo lan muhal karep Allah maring kang maujudaken

qiyamuhu binafsihi itu maknanya : laa yaftaqiru ila mahalin wa-laa mukhosh-shish-shin (tidak butuh kepada mahal, mahal disini maknanya adalah dzat bukan tempat, dan tidak butuh kepada yang menjadikan),


Friday, 31 July 2015

Matholib Sab'ah

Ketahuilah bahwa alam ini hanya terdiri dari dua perkara yaitu jirim (Dzat) dan ‘arodl (Sifat), dan ketahuilah bahwa sesungguhnya dalil yang menunjukkan bahwa alam ini baru (pernah didahului tiada) atau diciptakan adalah dengan mengetahui bahwa jirim (Dzat) dan ‘arodl (Sifat) tersebut adalah baru, dan sungguh semua akal manusia yang mau berfikir ketika berhadapan dengan alam, dia akan menemukan 7 penemuan yang ditemukan oleh akal manusia yang terkenal dengan sebutan MATHOLIB SAB”AH, yaitu :
1.    Tetapnya perkara lain yang berdiri pada jirim (Dzat), perkara lain tersebut adalah sifat yang berubah-ubah (‘arodl), jirim adalah Dzat Hawadits dan ‘Arodl adalah Sifat Hawadits.
2.    Tetapnya keadaan sifat (‘arodl) tidaklah berdiri dengan sendirinya, karena tidaklah akal kita akan menerima adanya sifat tanpa mausuf (yang disifati), maka mustahil ada gerak misalnya, berdiri sendiri tanpa ada yang digerakkan.
3.    Tetapnya keadaan sifat (‘arodl) tidaklah berpindah dari satu jirim (Dzat) ke jirim (Dzat) yang lain, karena jika sifat (‘arodl) berpindah maka jadilah ketika sifat (‘arodl) tersebut sesudah berpisah dengan Jirim (Dzat) yang pertama dan sebelum sampai kepada Jirim (Dzat) yang kedua berarti dia berdiri sendiri tanpa ada Jirim (Dzat) nya, sedangkan keadaan yang seperti itu sudah dibatalkan pada point ke-2 di atas.
4.    Tetapnya keadaan sifat (‘arodl) tidaklah bersembunyi pada jirim (Dzat), misalnya sifat gerak tidaklah bersembunyi pada jirim (Dzat) yang sedang diam, karena jika sifat gerak tersebut bersembunyi pada jirim (Dzat) yang sedang diam maka akan terjadi adanya kelaziman atasnya berkumpul dua perkara yang berlawanan ada pada satu jirim (Dzat). Maka akan terjadi : ada benda yang gerak tetapi diam dalam waktu yang bersamaan, dan itu adalah mustahil.
5.    Tetapnya mulazamah/tidak dapat dipisahkan bagi jirim (Dzat) dan ‘arodl (Sifat), maka ketahuilah bahwa jirim dan ‘arod adalah dua perkara yang saling melazimi (tidak dapat dipisahkan), karena tidaklah akal kita akan menerima adanya jirim (Dzat) yang kosong dari gerakan dan kosong pula dari tanpa gerakan, mustahil ada benda yang tidak bergerak dan juga tidak diam dalam satu waktu/dalam waktu yang bersamaan, karena mustahil terangkatnya dua perkara yang berlawanan dari adanya jirim (Dzat).
6.    Tetapnya perkara qodim itu tidaklah menerima tiada, ini merupakan bantahan kepada mereka yang tidak menerima barunya ‘arodl dengan alasan bahwa sesuatu itu qodim dan menerima ketiadaan sebagaimana pemahamannya orang-orang filosof. Dan dalil bahwa yang qodim itu tidak menerima ketiadaan adalah : bahwa yang qodim itu tidak ada wujudnya kecuali wajib, maka qodim tidaklah menerima ketiadaan, karena sesuatu yang adanya itu wajib maka mustahil menerima ketiadaan.
7.    Tetapnya bahwa perkara baru pasti pernah didahului dengan tiada, dan akal kita tidak akan menerima bahwa perkara baru tidak ada awalannya (tidak pernah diawali dengan tiada) karena perkara baru bukanlah qodim.
Inilah beberapa perkara yang dinamakan dengan MATHOLIB SAB’AH, dan menurut Imam Sanusi dengan mengetahui beberapa perkara ini Insya Allah akan selamat dari pintu neraka jahannam yang tujuh. Ashlaha Allahu liy walakum alhaala wa sya’na, Amiin

Logo

Logo