Seandainya kita berada dalam suatu perjalanan (musafir), dan ketika kita sampai pada suatu tempat perempatan jalan, terdengar suara orang-orang yang menyerukan agar jangan tinggal di tempat itu, karena ada bahaya dan tidak aman. Akan tetapi setiap kelompok berusaha untuk mengajak kita untuk menempuh salah satu jalan dari perempatan itu, sebagian kelompok mengatakan: sebaiknya memilih jalan yang menuju ke timur, dan sebagian
Jl. Urip Sumoharjo, Kradenan Gang 1, No. 207 Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, Tlp. (0285) 420083, Nomor : AHU-0021864.AH.01.12. Tahun 2017
AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH (ASY'ARIYYAH WAL MATURIDIYYAH)
MENGHIDUPKAN KEMBALI TRADISI NADZOR DALAM BERAKIDAH - - 'AQIDAH DIDAHULUKAN, SYARIAT DIUTAMAKAN - -
Monday, 14 December 2015
RENUNGKANLAH
Mengapa kita mencari dan berpikir untuk mengetahui pencipta alamsemesta????
RASA INGIN TAHU DAN MENGENALI ALAM INI ADALAH SESUATU YANG BERADA DI DALAM DIRI KITA SEMUA.
Kita hidup di bumi yang terbentang dengan pemandangannya yang indah,
RENUNGAN KISAH MAKANAN
Dikisahkan ada seseorang yang begitu nyenyaknya menikmati tidurindahnya di kamar kesukaannya, setelah menikmati kepuasan dalamtidurnya akhirnya dia terbangun, diapun membuka pintu kamarnya untukke luar melihat indahnya pemandangan alam semesta.
Ketika dia membuka pintu kamarnya, ternyata di depan pintu kamar sudahada beberapa menu makanan yang enak nan lezat,
Wednesday, 11 November 2015
SIFAT WUJUD
Wujud tegese wajib ono Allah, Muhal oranono Allah (wajib
ada Allah, Mustahil Tiada Allah)
Wujud adalah bahasa Arab, yang bahasa Indonesianya adalah
ADA.
Allah itu wujud (ada), apa buktinya bahwa Allah itu ada???
Buktinya bahwa Allah itu ada adalah adanya alam ini.
Darimana kita bisa tahu kalau adanya alam ini menjadi bukti
adanya Allah???
Sebelum kita membuktikan bahwa adanya alam ini menjadi
bukti adanya Allah, kita harus tahu dulu apa itu
SIFAT QIDAM
Sifat Wajib (Wajib Aqli) bagi Allah yang wajib (Wajib Syar'i) diketahui bagi mukallaf diantaranya adalah sifat Qidam :
Qidam secara bahasa adalah dahulu, tapi secara makna yaitu tanpa awalan.
Secara pemikiran, sifat qidam ditemu setelah kita menemukan bahwa adanya Allah itu wajib (harus ada).
ketahuilah bahwa sesuatu yang adanya itu wajib, maka adanya tidak pernah didahului tiada,.. karena
Sifat Wajib Qiyamuhu Ta'ala Binafsihi
QIYAMUHU TA’ALA BINAFSIHI
Tegese wajib jumeneng Allah kelawan dzate dewe, muhal karep Allah maring dzat liyo lan muhal karep Allah maring kang maujudaken
qiyamuhu binafsihi itu maknanya : laa yaftaqiru ila mahalin wa-laa mukhosh-shish-shin (tidak butuh kepada mahal, mahal disini maknanya adalah dzat bukan tempat, dan tidak butuh kepada yang menjadikan),
Friday, 31 July 2015
Matholib Sab'ah
Ketahuilah
bahwa alam ini hanya terdiri dari dua perkara yaitu jirim (Dzat) dan ‘arodl
(Sifat), dan ketahuilah bahwa sesungguhnya dalil yang menunjukkan bahwa alam
ini baru (pernah didahului tiada) atau diciptakan adalah dengan mengetahui
bahwa jirim (Dzat) dan ‘arodl (Sifat) tersebut adalah baru, dan sungguh semua
akal manusia yang mau berfikir ketika berhadapan dengan alam, dia akan
menemukan 7 penemuan yang ditemukan oleh akal manusia yang terkenal dengan
sebutan MATHOLIB SAB”AH, yaitu :
1.
Tetapnya
perkara lain yang berdiri pada jirim (Dzat), perkara lain tersebut adalah sifat
yang berubah-ubah (‘arodl), jirim adalah Dzat Hawadits dan ‘Arodl adalah Sifat
Hawadits.
2.
Tetapnya
keadaan sifat (‘arodl) tidaklah berdiri dengan sendirinya, karena tidaklah akal
kita akan menerima adanya sifat tanpa mausuf (yang disifati), maka mustahil ada
gerak misalnya, berdiri sendiri tanpa ada yang digerakkan.
3.
Tetapnya
keadaan sifat (‘arodl) tidaklah berpindah dari satu jirim (Dzat) ke jirim
(Dzat) yang lain, karena jika sifat (‘arodl) berpindah maka jadilah ketika
sifat (‘arodl) tersebut sesudah berpisah dengan Jirim (Dzat) yang pertama dan
sebelum sampai kepada Jirim (Dzat) yang kedua berarti dia berdiri sendiri tanpa
ada Jirim (Dzat) nya, sedangkan keadaan yang seperti itu sudah dibatalkan pada
point ke-2 di atas.
4.
Tetapnya
keadaan sifat (‘arodl) tidaklah bersembunyi pada jirim (Dzat), misalnya sifat
gerak tidaklah bersembunyi pada jirim (Dzat) yang sedang diam, karena jika
sifat gerak tersebut bersembunyi pada jirim (Dzat) yang sedang diam maka akan
terjadi adanya kelaziman atasnya berkumpul dua perkara yang berlawanan ada pada
satu jirim (Dzat). Maka akan terjadi : ada benda yang gerak tetapi diam dalam
waktu yang bersamaan, dan itu adalah mustahil.
5.
Tetapnya
mulazamah/tidak dapat dipisahkan bagi jirim (Dzat) dan ‘arodl (Sifat), maka
ketahuilah bahwa jirim dan ‘arod adalah dua perkara yang saling melazimi (tidak
dapat dipisahkan), karena tidaklah akal kita akan menerima adanya jirim (Dzat)
yang kosong dari gerakan dan kosong pula dari tanpa gerakan, mustahil ada benda
yang tidak bergerak dan juga tidak diam dalam satu waktu/dalam waktu yang
bersamaan, karena mustahil terangkatnya dua perkara yang berlawanan dari adanya
jirim (Dzat).
6.
Tetapnya
perkara qodim itu tidaklah menerima tiada, ini merupakan bantahan kepada mereka
yang tidak menerima barunya ‘arodl dengan alasan bahwa sesuatu itu qodim dan
menerima ketiadaan sebagaimana pemahamannya orang-orang filosof. Dan dalil
bahwa yang qodim itu tidak menerima ketiadaan adalah : bahwa yang qodim itu
tidak ada wujudnya kecuali wajib, maka qodim tidaklah menerima ketiadaan,
karena sesuatu yang adanya itu wajib maka mustahil menerima ketiadaan.
7.
Tetapnya
bahwa perkara baru pasti pernah didahului dengan tiada, dan akal kita tidak
akan menerima bahwa perkara baru tidak ada awalannya (tidak pernah diawali
dengan tiada) karena perkara baru bukanlah qodim.
Inilah
beberapa perkara yang dinamakan dengan MATHOLIB SAB’AH, dan menurut Imam Sanusi
dengan mengetahui beberapa perkara ini Insya Allah akan selamat dari pintu
neraka jahannam yang tujuh. Ashlaha Allahu liy walakum alhaala wa sya’na, Amiin
Subscribe to:
Posts (Atom)
Logo